Sabtu, 19 April 2026 menjadi saksi bisu kemeriahan perayaan tradisi dan kreativitas dalam gelaran Festival Budaya Kulturing (Kultur Keling) ke-2
Pertunjukan dibuka dengan gagahnya Tari Jaranan Reog dari Desa Bumiharjo
Dari keamanan yang terjaga, muncul perilaku masyarakat yang berbudi luhur dalam Tari Nirmala dari Desa Jlegong
Ketulusan tersebut kemudian mewujud menjadi aksi nyata dalam Tari Lestari Alamku dari Desa Keling, sebuah ajakan gotong-royong untuk merawat hutan dan menjaga keseimbangan lingkungan demi masa depan.
Bercerita tentang perilaku menjaga alam agar tetap lestari untuk menyangga kehidupan dunia ini. Ajakan untuk tidak merusak alam, karena alam sebagai pengayom kehidupan agar tetap berlangsung dan tidak punah. Tumbuhlah cinta kepada sesame, saling membantu dengan tulus, tersirat dalam tarian Soyang
Tari yang menceritakan tentang, seorang ibu yang menyerahkan putranya kepada orang kaya di desa untuk "ngenger". Setelah beberapa waktu anak tersebut diminta kembali oleh ibunya. Pengorbanan seorang ibu demi anaknya hidup lebih baik. Dari pegorbanan menuju pada kesetiaan, dalam tari Sedayu Lampah
Mengisahkan tentang perilaku seorang putri yang melanggar tradisi di desa. Akhirnya medapat hukuman untuk menari terus menerus. Hukuman menjadikan gadis itu berperilaku baik. Dapat dismpulkan bahwa kejelekan dapat dirubah mejadi kebaikan karena pembiasaan.
Dari lampah pengorbanan, timulah semangat menbangunn desa dengan penuh rasa syukur, dalam Tari Dasa Mulya
Sejarah berdirinya Desa Klepu yang dipimpin oleh para
tokoh yang membuat desa Klepu menjadi esa produktif. Suasana keagamaan yang
kental dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai rasa syukur setiap setahun sekali
selalu diadakan sedekah bumi
Pembiasaan baikSuasana desa yang makmur membawa kehidupan
bahagia, anak-anak bersuka ria bermain dengan kejujuran dan penuh semangat dalam
tarian Gundhul-gundhul Pacul.
Menggambarkan
keceriaan anak-anak desa dalam kehidupann sehari-hari yang ramah, jujur,
sederhana, dan hemat. Tidak seperti Gudhul Pacul yang suka membuang-buang
makanan sembarangan. Filosofinya, mengajak ke arah kehidupan yang hemat tidak
menghambur-hamburkan harta dan berperilaku jujur.
Jujurpun terkadang ada halangan, seperti kisah Tari Asmara Putri
Kirana.
Menceritakann
kisah asmara Putri Kirana dengan Maling Aguna yang mengalami perjuangan
cintanya. Penuh dengan konflik karena tidak direstui ibunya, yang akhirnya
ibunya tewas di tangan Putri Kirana. Filosofi, kekuatan cinta yang mengalahkan
segalanya, adanya kesetaiaan dan pengorbanan yang sangat besar.
Dari kisah kesetiaan timbulah semangat membangu yang luar biasa,
dalam Tari Sawonggaling Kuncara
Kekuatan pengabdian masyarakat desa Kaligarang dalam mewujudkan desa unggulan hasil bumi sawo, dari menanam, merawat, hinngga panen. Sawonggaling "Yen disawang tansah eling"
Tiba waktunya bersuka cita, gembira
bersama, dalam suguhan Musik Salocoustic
Kegembiraan
menyambut datagnya pentas budaya local, mempererat tali persaduaraan untuk
memperkokoh persatuan bangsa.
Menggambarkan
kehidupan yang harmoni penuh rasa senang, gembira, dan bersyukur atas anugerah
dari Tuhan. Penuh semangat dalam menyambut kehidupan sehari-hari untuk
melestarikan budaya bangsa.
Tuntaslah
sudah persembahan pentas budaya di Desa Tunahan , semoga ke depan lebih baik
dan semarak. Salam bahagia sampai ketemu di tahun depan.











0 Komentar