Sabtu, 19 April 2026 menjadi saksi bisu kemeriahan perayaan tradisi dan kreativitas dalam gelaran Festival Budaya Kulturing (Kultur Keling) ke-2. Bertempat di kediaman Petinggi Desa Tunahan, Bapak Kaswoto Biantoro, acara ini tidak hanya sekadar perayaan Sedekah Bumi, tetapi juga panggung megah bagi 12 desa se-Kecamatan Keling untuk unjuk gigi.

Tari Jaranan Reog Desa Bumiharjo

Pertunjukan dibuka dengan gagahnya Tari Jaranan Reog dari Desa Bumiharjo. Tarian ini menggambarkan para prajurit berkuda yang siaga menjaga keamanan wilayah Keling, memastikan setiap sudut desa dalam keadaan tentram dan memusnahkan segala bentuk angkara murka dengan sabetan pecutnya.

Tari Nirmala Desa Jlegong

Dari keamanan yang terjaga, muncul perilaku masyarakat yang berbudi luhur dalam Tari Nirmala dari Desa Jlegong. Tarian ini mengajak kita menundukkan ego menuju ketulusan hati yang jauh dari sifat iri dan dengki.

Tari Lestari Alamku Desa Keling

Ketulusan tersebut kemudian mewujud menjadi aksi nyata dalam Tari Lestari Alamku dari Desa Keling, sebuah ajakan gotong-royong untuk merawat hutan dan menjaga keseimbangan lingkungan demi masa depan.

Tari Alam Dharini Desa Tempur

Bercerita tentang perilaku menjaga alam agar tetap lestari untuk menyangga kehidupan   dunia ini. Ajakan untuk tidak merusak alam, karena alam sebagai pengayom kehidupan agar tetap berlangsung dan tidak punah. Tumbuhlah cinta kepada sesame, saling membantu dengan tulus, tersirat dalam tarian Soyang

Tari Dolanan Soyang Desa Gelang

Tari yang menceritakan tentang, seorang ibu yang menyerahkan putranya kepada orang kaya di desa untuk "ngenger". Setelah beberapa waktu anak tersebut diminta kembali oleh ibunya. Pengorbanan seorang ibu demi anaknya hidup lebih baik. Dari pegorbanan menuju pada kesetiaan, dalam tari Sedayu Lampah

Tari Sedayu Lampah Desa Tunahan

Mengisahkan tentang perilaku seorang putri yang melanggar tradisi di desa. Akhirnya medapat hukuman untuk menari terus menerus. Hukuman menjadikan gadis itu berperilaku baik.  Dapat dismpulkan bahwa kejelekan dapat dirubah mejadi kebaikan karena pembiasaan.

Dari lampah pengorbanan, timulah semangat menbangunn desa dengan penuh rasa syukur, dalam Tari Dasa Mulya

Tari Dasa Mulya Desa Klepu

Sejarah berdirinya Desa Klepu yang dipimpin oleh para tokoh yang membuat desa Klepu menjadi esa produktif. Suasana keagamaan yang kental dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai rasa syukur setiap setahun sekali selalu diadakan sedekah bumi

Pembiasaan baikSuasana desa yang makmur membawa kehidupan bahagia, anak-anak bersuka ria bermain dengan kejujuran dan penuh semangat dalam tarian Gundhul-gundhul Pacul.

Tari Dolanan Gundhul-gundhul Pacul Desa Kunir

Menggambarkan keceriaan anak-anak desa dalam kehidupann sehari-hari yang ramah, jujur, sederhana, dan hemat. Tidak seperti Gudhul Pacul yang suka membuang-buang makanan sembarangan. Filosofinya, mengajak ke arah kehidupan yang hemat tidak menghambur-hamburkan harta dan berperilaku jujur.

Jujurpun terkadang ada halangan, seperti kisah Tari Asmara Putri Kirana.

Tari Asmara Putri Kirana Desa Damarwulan

Menceritakann kisah asmara Putri Kirana dengan Maling Aguna yang mengalami perjuangan cintanya. Penuh dengan konflik karena tidak direstui ibunya, yang akhirnya ibunya tewas di tangan Putri Kirana. Filosofi, kekuatan cinta yang mengalahkan segalanya, adanya kesetaiaan dan pengorbanan yang sangat besar.

Dari kisah kesetiaan timbulah semangat membangu yang luar biasa, dalam Tari Sawonggaling Kuncara

Tari Sawonggaling Desa Kaligarang

Kekuatan pengabdian masyarakat   desa Kaligarang dalam mewujudkan desa unggulan hasil bumi sawo, dari menanam, merawat, hinngga panen. Sawonggaling "Yen disawang tansah eling"

Tiba waktunya bersuka cita, gembira bersama, dalam suguhan Musik Salocoustic

Musik Salocoutic Desa Kelet 

Kegembiraan menyambut datagnya pentas budaya local, mempererat tali persaduaraan untuk memperkokoh persatuan bangsa.

Tari Angguk Jos Desa Watuaji

Menggambarkan kehidupan yang harmoni penuh rasa senang, gembira, dan bersyukur atas anugerah dari Tuhan. Penuh semangat dalam menyambut kehidupan sehari-hari untuk melestarikan budaya bangsa.

Tuntaslah sudah persembahan pentas budaya di Desa Tunahan , semoga ke depan lebih baik dan semarak. Salam bahagia sampai ketemu di tahun depan.