Pemerintah Desa Tunahan menyelenggarakan Musyawarah Desa Khusus Ketahanan Pangan pada Jumat pagi (11/07), bertempat di Balai Desa Tunahan, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menjadi momentum penting dalam merancang arah pembangunan desa berbasis kemandirian pangan.

Musyawarah ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, antara lain PLT Kasi PMD Kecamatan Keling beserta staf mewakili Camat Keling, Petinggi Desa Tunahan Kaswoto Biantoro, Ketua dan Anggota BPD Desa TunahanBabinsa, Bhabinkamtibmas, Perangkat desa, ketua RT dan RW, Unsur PKK, kader kesehatan, serta karang taruna.

Dalam kesempatan tersebut, Saifudin, selaku Direktur BUMDes Mulya Jaya Desa Tunahan, menyampaikan dan mempresentasikan proposal program ketahanan pangan berjudul: TUNTAS (Tunahan Terpadu Agribisnis Sustainable)

Program ini merupakan inisiatif strategis dari BUMDes Mulya Jaya dalam menjawab tantangan ketahanan pangan di sektor peternakan desa. Saifudin mengungkapkan bahwa saat ini Desa Tunahan memiliki populasi ternak yang signifikan, yakni 632 ekor sapi dan 1.225 ekor kambing, dengan total kebutuhan pakan konsentrat mencapai hampir 3 ton per hari.

Sayangnya, sebagian besar pakan masih harus didatangkan dari luar desa dengan harga tinggi dan kualitas yang tidak konsisten. Di sisi lain, limbah ternak yang melimpah belum dikelola secara optimal dan justru menjadi persoalan lingkungan.

Program TUNTAS hadir sebagai solusi terpadu melalui tiga unit usaha utama:

  1. Penggemukan Sapi Sistem Koloni, sebagai model usaha peternakan modern,

  2. Produksi Pakan Konsentrat Mandiri, untuk mengurangi ketergantungan pada pakan luar desa,

  3. Pengolahan Limbah Ternak menjadi Pupuk Organik, sebagai bagian dari ekonomi sirkular desa.

Sebagai bagian dari strategi pelaksanaan, BUMDes Mulya Jaya juga akan menggandeng kelompok tani, Gapoktan, serta peternak lokal, dan merencanakan pembentukan kelompok ternak khusus yang akan menjadi mitra utama dalam mengelola dan menjalankan program ini secara gotong royong. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat pemberdayaan masyarakat serta memastikan keberlanjutan program berbasis komunitas.

Kaswoto Biantoro, Petinggi Desa Tunahan, dalam sambutannya menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. “Inisiatif seperti ini yang kita butuhkan, yang lahir dari desa, untuk desa, dan demi masa depan pangan desa yang mandiri,” tegasnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan Desa Tunahan mampu menjadi contoh desa mandiri pangan berbasis ekonomi lokal, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan peternak, dan memperkuat ketahanan ekonomi desa secara berkelanjutan.